Update Aplikasi SPM 2014 Versi 14.1.2 telah resmi di rilis di web perbendaharaan.
Berikut Histori Update Aplikasi SPM 2014:
* Update SPM 14.0.1
- Perbaikan menu RUH SPP dengan menambah kode jenis SPM Gaji Lainnya
* Update SPM 14.1.0
- Penambahan menu Perencanaan Kas Generesi 2 (Renkas G2) untuk Satker (APS)
- Pengaktifan perekaman SPM Kontraktual
- Perbaikan menu Tayang Pagu
- Perbaikan perekaman kontrak
* Update SPM 14.1.1
- Perbaikan menu RUH SPP terkait daftar lampiran
- Perbaikan menu Tayang Pagu
- Perbaikan referensi Supplier
* Update SPM 14.1.2
- Perbaikan menu Perekaman SPP
- Perbaikan menu Perekaman Kontrak
- Perbaikan menu Tayang Pagu
- Perbaikan menu Referensi Supplier
Sebelum Update jangan lupa backup manual aplikasi dan database aplikasi SPM 2014.
Langkah-langkah backup adalah sebagai berikut :
Cara Backup Manual Aplikasi SPM 2014 :
Copy Folder AplikasiSPM2014 dan DBSATKER.
Cara Restore Manual Aplikasi SPM 2014:
- Matikan service aplikasi SPM. Caranya cari file mysql-stop di folder DBSATKER ==>klik kanan ==> pilih run as administrator
- Paste Folder AplikasiSPM2014 dan DBSATKER ke C:\
- Hidupkan service aplikasi SPM. Caranya cari file mysql-instal di folder DBSATKER ==>klik kanan ==> pilih run as administrator
Di paket dalam update ini juga disertakan contoh excel lampiran SPM. Jika ingin mengetahui cara penggunaannya bisa baca cara impor lampiran excel ke aplikasi SPM
Om ben mohon bantuan... saya kedapatan error dikit.. maklum newbie yang tiba2 di suruh pegang spm ...
ReplyDeletesaya sudah setting default untuk PPK dan PPSM nya
tapi waktu input RUH SPP ,, masih keluar messagebox permintaan untuk mendafultkan pejabat pendatangan SPP,,, saya liat list jabatan ga ada yang buat spp, dan setelah konsul dengan pemegang SPM 2013 penadatangannya pake pejabat PPK... mohon pencerahan lebih lanjut...
ini Screenshootnya :
1. http://www.mediafire.com/view/6jvl2c8vc28z6/Fatra#69takhut733j959
2. http://www.mediafire.com/view/6jvl2c8vc28z6/Fatra#3ab2l3qp1ydccw2
untuk permasalahan ini biasanya disebabkan pilihan default pejabat di referensi belum dicentang. Kemungkinan juga NIP pejabat di referensi tidak sama dengan NIP yang diisikan di perekaman user. Saat rekam user PPK, NIP harus sama dengan NIP PPK di referensi.
ReplyDeleteterima kasih master, saya izin unduh
ReplyDeletemsh ada masalah di aplikasi pas import lampiran.. padahal sudah sesuai tp tetep aplikasi SPM 2014 nya ... ada peringatan " pilih kode bank sesuai dengan daftar
ReplyDeletebank aktif di kppn mitra kerja' mohon bantuannya
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletetambahan : padahal kode bank sudah sesuai dengan daftar bank di aplikasinya ......... seblm di update tidak ada masalah
ReplyDeleteMohon bantuannya Om Ben. Saya ada revisi DIPA buka blokir. Waktu saya restore ke SPM tersebut Pagu nya menjadi double. mohon bantuan solusinya....Tks.
ReplyDeletetanya om ben, data SPM dan SPP GU yg sudah dihapus sepertinya tidak benar2 terhapus, krn saat input SPP ulang pagu di MAK nya sudah berkurang sejumlah SPP yg sudah terhapus tadi. tp kalo dicek di tayang pagu dan cetak SPP ulang pagunya sudah benar, di monetoring penyelesaian SPP dan SPM jg sudah kami cek SPP dan SPM awal sdh tidak ada
ReplyDelete@feizal : kemungkinan bank pusat tidak sesuai dengan bank pegawai
ReplyDelete@kantah : banyak yang mengalami hal tersebut, dugaan kami ada masalah dengan aplikasinya. tunggu saja update berikut
@hayi : kasus seperti ini pernah terjadi di aplikasi SPM 2013, hal tersebut karena aplikasi yang belum sempurna
mhn pencerahan gan terkait SPM 2014...ketika membuat spm baru ternyata menggunakan nmr yg telah terpakai, setelah sy lihat di monitoring penyelesaian ternyata riwayat SPM khusus Gaji induk tidak ada semua gan, apakah ini troble pada SPM atau bagaiaman terimakasih atas jalan keluarnya...
ReplyDeleteMohon pencerahannya, mulai feb 2014, sp2d dikirim via email, yang jadi masalah saat catat sp2d di aplikasi spm no. sp2d panjang banget (15 digit) sedangkan di aplikasi spm/sakpa hanya 8 digit. Saya ambil yang 8 digit pertama (semuanya sama, kecuali 7 digit terakhir yang beda). akibatnya saat koneksi ambil sp2d dari sakpa, Realisasi Belanjanya jadi Bengkak 2x lipat, akibat no. sp2d yang sama. Apa aplikasinya yang belum menyesuaikan dengan no. sp2d yang diterima via email (15 digit) atau gimana. solusinya. Terima kasih.
ReplyDelete@gunawan: maaf, belum bisa kasih pencerahan. saya sendiri juga gelap :D. saran saya kalau mau buat SPM, nomor alokasi (nomor aktif) diubah manual supaya tidak sama dengan gaji. kalau nomor SPM sama, di KPPN akan ditolak
ReplyDelete@koharudin: aplikasi SPM belum menyesuaikan. dihapus dulu saja yang di SAKPA. di SPM ikuti digit nomor akhir saja supaya tidak sama. setelah di SAKPA lakukan ubah nomor SP2D. Masuk menu input SP2D, disitu ada tombol ubah nomor SP2D
kenapa tayang pagunya masih error dan sekarang malah tidak bisa untuk perekaman spp untuk 2 satker?
ReplyDeletenih mau update perlu timing yang pas juga :D
ReplyDeletekalo lgi kejar tayang jangan coba2, kalo gak mau pada keriting semua tuh rambut.
kecuali yg punya wajah beruntung, sekali update udah pada lancaaar aja.. ;)
om ben kami ada masalah data realisasi GU utk dana bos munculnya nol/ tidak mengurangi pagu padahal SPM sudah dicetak
ReplyDeleteom bendahara, sy mau tanya nih... sy sudah kirim adk karwas untuk dapetin NRS sama NRK, tp di tunggu d email kami, ga ada juga pengiriman.. stelah ditanya k kppn katanya gagal unggah, trus disuruh bkin karwas lg d aplikasi spm terbaru padahal kami sudah bkin karwasnya d 14.1.2... mohon arahan harus bagaimana?
ReplyDeletepak ben gimana untuk yang udah dapat update spm 14.1.2 yang buat no sp2d 15 digit ternyata ada trouble pada saat pengisian bank pos error.mohon pencerahan pak ben
ReplyDeletedikantor saya memiliki 2 satker dengan pejabat yang sama,waktu merekan spp ditolak karna user ini hanya untuk satker yang pertama. ketika menambah merekan user ppk ditolak karna nip yang sama. coba dihapus tetapi eror tidak mau direkam lagi,mohon bantuan
ReplyDeleteuntuk user cukup dibuat 1 untuk kedua satker. tapi direferensi pejabat direkam 2, untuk masing masing satker. pada perekaman referensi akan meminta kode satker masing-masing. perekaman dengan nama dan nip sama, tapi beda satker tidak akan bermasalah
ReplyDeletesaya membuat spp, tapi kemudian spp tersebut saya hapus karena ada kesalahan. nah pada saat saya membuat ulang spp ternyata sudah ada realisasi dari spp yang saya hapus tadi. bagaimana cara menghapus realisasi pagu tersebut? karena memang belum ada transaksi / realisasi sama sekali dari akun tersebut.
ReplyDeleteterima kasih atas bantuannya
sudah ada yg punya masalah dengan type supplier type 6 kah ,, spm saya sudah bolak balik 7x dr KPPN blm ada solusinya ... mhn tanggapannya
ReplyDelete@nochayu : coba pakai user admin. pakai menu utility==> penyesuaian realisasi pagu dipa
ReplyDelete@feizal : coba dijelaskan masalahnya, mungkin ada yang bisa bantu
Saya pake update SPM 14.1.2 mau bikin SPP-LS namun uraian suplier tidak muncul padahal sudah saya rekam di data kontrak....mohon pencerahan Om Ben
ReplyDeletecek lagi di perekaman suplier. lihat apakah penulisan tipe suplier setelah 02, di uraian tipe supliernya (penyedia barang dan jasa) muncul atau tidak. jika tidak muncul, ubah perekaman sampai tulisan muncul. setelah itu ubah kontrak (hanya mengulangi pengisian suplier).
ReplyDeletetipe supliernya muncul (penyedia barang jasa), di perekaman suplier dan perekaman RUH data kontrak lancar.namun pada waktu rekam SPP di suplier data suplier (kode bendahara) ndak muncul yang muncul hanya uraiannya saja...
ReplyDeletePersis seperti yang dialami teman saya, setelah diteliti tulisan penyedia barang dan jasa (setelah isian kode 02) tidak muncul. Mungkin penyebabnya setelah diketik 02, langsung klik dibawah. solusinya dah saya tulis diatas. ubah tipe supliernya (paling tidak dienter agar keluar tulisan penyedia barang dan jasa). kemudian ubah kontrak, cuma sekedar mengulang pengisian suplier. semoga berhasil
ReplyDeletebagaimana cara menghapus nomor urut kontrak yang sudah ada di database......trims tolong bantuannya....
ReplyDeleteAssalamualaikum... Sy msh awam dan baru sbg operator SPP. Dalam pembuatan SPP melalui pembayaran LS tdk ada masalah. Namun saya menemui kendala saat pembuatan SPP dg pembayaran TERMIN 1,2&3. mohon penjelasan dan informasi tth tahapan2 pembuatan SPP dg sistem termin. Terima kasih. Wassalamualaikum...
ReplyDelete